Skip to content

Fakta Ya Fakta!.. Minyak Sawit Gunakan Lahan Paling Irit, Tapi Hasil Selangit

Minyak sawit diperoleh dari pohon kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), yang merupakan tanaman asli Africa Barat dan bisa tumbuh dengan sangat baik di wilayah beriklim tropis dengan air yang melimpah. Tiga perempat dari keseluruhan produksi minyak sawit digunakan untuk makanan, khususnya minyak goreng dan lemak dan minyak olahan. Tapi minyak sawit juga  digunakan dalam produk-produk kosmetik, pembersih dan biofuel.

Antara tahun 1980 dan 2014, produksi minyak sawit global meningkat 15 kali lipat dari 4,5 juta ton ke 70 juta ton per tahun. Hal ini didorong oleh hasil yang tinggi dan biaya produksi sawit  yang relatif rendah. Perkebunan kelapa sawit skala industri sekarang ini memiliki luas 18,7 juta hektar di seluruh dunia (sampai Oktober 2017), dan di dalamnya petani kecil juga memiliki lahan yang cukup besar. Permintaan minyak sawit diharapkan bertumbuh 1.7% per tahun sampai 2050.

Sebagian besar (85%) dari pasokan minyak sawit global berasal dari Indonesia dan Malaysia, dan selebihnya dari Thailand, Colombia dan Nigeria. Sebagain besar dari minyak sawit yang diproduksi di negara-negara ini diekspor ke Uni Eropa (UE), Cina, India, Amerika Serikat, Jepang, Pakistan dan negara-negara lainnya.

Perkebunan sawit memproduksi sekitar 35% dari keseluruhan minyak nabati dunia dengan penggunaan lahan kurang dari 10% dari total lahan yang diperuntukkan untuk semua jenis tanaman minyak nabati. (*)

Source: iucn.org

Post View : 568
EnglishIndonesia